Mengorok Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung, Stroke, dan Diabetes

Mengorok yang diabaikan dapat berkembang menjadi sleep apnea obstruktif yang serius dan menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan metabolik.
Tahukah Anda bahwa mengorok atau sleep apnea dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes? Pelajari hubungan antara mengorok dan penyakit serius ini.
Mengorok sering dianggap sebagai gangguan tidur yang sepele dan mengganggu istirahat pasangan. Namun, penelitian medis terkini menunjukkan bahwa mengorok adalah tanda awal dari sleep apnea obstruktif, sebuah kondisi medis serius yang dapat memicu berbagai penyakit berbahaya termasuk penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Apa itu Sleep Apnea?
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan henti napas (apnea) atau napas yang sangat dangkal (hypopnea) berulang kali selama tidur. Setiap episode apnea dapat berlangsung dari beberapa detik hingga lebih dari satu menit, dan dapat terjadi puluhan bahkan ratusan kali dalam satu malam.
Hubungan Mengorok dengan Penyakit Jantung
Ketika napas terhenti, kadar oksigen dalam darah menurun drastis, memaksa jantung bekerja lebih keras untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Tekanan darah meningkat tajam, beban kerja jantung bertambah, dan risiko aritmia jantung meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, hipertensi kronis, dan gagal jantung.
Mengorok dan Risiko Stroke
Sleep apnea meningkatkan risiko stroke melalui beberapa mekanisme. Pertama, fluktuasi oksigen yang berulang menyebabkan inflamasi di pembuluh darah. Kedua, tekanan darah yang tidak stabil meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di otak. Ketiga, sleep apnea meningkatkan pembekuan darah (hypercoagulability), meningkatkan risiko trombosis.
Mengorok dan Diabetes
Penelitian menunjukkan bahwa sleep apnea sangat terkait dengan resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Gangguan tidur menyebabkan gangguan pada regulasi hormon, meningkatkan kadar cortisol dan adrenalin, yang selanjutnya meningkatkan kadar gula darah dan menurunkan sensitivitas insulin.